SSA Efektif Kurangi Kemacetan

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengungkapkan bahwa Sistem Satu Arah (SSA) yang diberlakukan di Jalan Dewi Sartika, Jalan Nusantara dan Jalan Arif Rahman Hakim merupakan solusi yang sesuai dengan kondisi Kota Depok saat ini.

Sedianya memang kota-kota yang maju pesat melakukan berbagai terobosan seperti SSA untuk mengurangi kemacetan. Di Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Surabaya atau Kota Malang, SSA sudah lama diterapkan dan terbukti membantu menyelesaikan kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Depok Gandara Budiana menilai SSA telh terbukti mengurangi kemacetan. Hal tersebut dapat ditinjau dari tiga parameter antara lain tingkat kecepatan kendaraan, waktu tempuh, serta panjang antrian kendaraan yang hendak melintas disepanjang jalur SSA tersebut.

"Semenjak dilakukan uji coba SSA secara keseluruhan waktu tempuh kendaraan di yang terhubung dengan SSA sudah mengalami peningkatan. Bila sebelimnya 80 sapai 85 menit, saat ini sudah berkurang menjadi 55 hinggan 60 menit saja," kata Gandara Budiana.

Rata-rata kemacetan kendaraan yang melintas di sepanjang jalur SSA juga mengalami peningkatan. Bila sebelumnya kecepatan kendaraan hanya 12-14 km/jam, saat ini menjadi 17 km/jam.

"Dengan adanya SSA ini, jalan yang semula terbagi dua jalur saat ini difungsikan menjadi  satu jalur saja. Sehingga, berdampak positif bagi peningkatan kecepatan kendaraan itu sendiri,"jelasnya.

Para meter yang ketiga, yaitu panjang antian kendaraan. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dishub Kota Depok julahnya mengalami penurunan. Saat ini panjang antrian kendaraan disetiap persimpangan jalan yang terhubung dengan jalur SSA umumnya mencapai 500 meter.

"Sebelum diterapkan SSA, panjang antrian kendaraan si Simpangan Ramanda,, Simpang Beji, Sengon, Jalan Kartini serta Siliwangi bisa mencapai lebih dari 500 meter. Namun, saat ini panjang antrian sudah berangsur-angsur berkurang,"tutur Gandara.

Pihaknya menilai bahwa kebijakan baru meski masih dalam tahap uji coba memang selalu ada pro dan kontra. Dirinya melihat, adalah wajar bila ada penolakan karena memang perlu waktu untuk meyakinkan masyarakat bahwa SSA ini memeng efektif untuk waktu da kondisi saat ini.

"Kami menghargai hak warga dalam menyampaikan aspirasinya. Kami siap menerima masukan dan keluhan warga serta siap berdiskusi dengan warga  yang berunjuk rasa. Dalam momentum ujuk rasa warga ini, kami akan menjelaskan alasan utama kebijakan uji coba SSA, kami terapkan,"ujar Gandara.

Dalam kesempatan sebelumnya, Dishub Kota Depok mengelar pertemuan dengan pihak kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Serta perwakilan warga di Ruang Arsip Dinas Perpustakaan Depok.

Sekretaris Dishub Kota Depok, Yusmanto mengatakan akan menerima berbagai masukan dari perwakilan warga yang keberatan dengan penerapapan SSA untuk dijadikan bahan evaluasi kedepannya.

Ada beberapa perwakilan warga, ada yang dari Jalan Dewi Sartika, Jl Arif Rahman Hakim (ARH), dan ada juga dari Jl Nusantara. Mereka menyampaikan keluhan terkait dengan SSA. Kita mengapresiasikan itu serta kita terima semua aspirasi meraka,"ujarnya.

Dirinya melanjutkan, memasuki satu bulan uji coba SSA tidak sedikit warga yang mendukung SSA. Bahkan, banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya SSA, mereka merasa waktu tempuhnya lebih cepat. Hasil evaluasi yang sudah dilakukan, dengan adanya SSA ini terjadi peningkatan kinerja jalan, seperti waktu tempuh, jumlah antrian kendaraan, serta kecepatan kendaraan,"jelas Yusmanto.

Minimalisir Benturan Sosial.
Sistem SSA juga dinilai cukup efektif dalam meminimalisir konflik dan benturan sosial diantara masyarakat, karena pengguna jalan memiliki area lebih luas untuk mengendalikan laju kendaraan.

"SSA ini akan maminimlisir adanya benturan sosial, karena kemacetan tidak terjadi lagi di jalur SSA sehingga bunyi klakson jarang terdengar. sistem ini masih kita terus kaji bersama Kepala Dishub dan beberapa instansi lainnya. Masukan warga juga terus kita akomodir sebagai bahan evaluasi dan perbaikan untuk kedepannya," ujar Camat Pancoran Mas, Utang Wardaya.

Dikatakannya, dalam setiap pertemuan bersama Dishub dan instansi terkait, pihaknya ditekankan untuk memberikan pemahaman dan pengertian terhadap kebiakan SSA ini. Baik dalam penanganan lalu lintas jangka pendek, uji coba satu bulan maupun kemungkinan penanganan secara permanen.

"Kami, khususnya yang berada dijajaran kecamatan maupun kelurahan, diminta untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat dan pengguna jalan lainnya yang terkena dampak dari SSA. Sistem SSA yang merupakan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok ini memiliki tujuan yang baik, yaitu mencarri solusi untuk mengatasi kemacetan dibeberapa titik,"ucapnya.

Sejak diberlakukannya SSA, kemacetan pada jam sibuk dapat diminimalisir. Saya berharap agar Pemkot Depok mematenkan SSA.

Dia juga menghimbau, kepada masyarakat agar menaati peraturan yang saat ini sedang berlangsung. Sambil Pemkot Depok terus melakukan  perbaikan perbaikan sistem.
"Namanya uji coba, pro kontra pasti ada, tapi sebaiknya kita ikuti saja, demi perubahan untuk Kota Depok yang lebih baik,"pungkasnya.

Warga Dukung SSA.
Sementara itu salah satu warga RT 06/06 kecamatan Pancoran Mas, Dwi Andri mengungkapkan sejak diberlakukan SSA, kemacetan pada jam sibuk dapat diminimalisir. Untuk itu, dirinya berharap agar Pemkot Depok mematenkan SSA tersebut.
"Seharusnya warga mengikuti kebijakan pemerintah. Ini semua salah satu upaya Pemkot Depok dalam mengatasi kemacetan, "tuturnya.

Senada dengna Dwi, ketua RT 03 RW 15 Kecamatan Pancoran Mas, Marzuki juga mendukung kebijakam Pemkot Depok dengan penerapapan SSA. menurutnya, SSA salah satu upaya yang efektif mengurangi kemacetan.
"Saya sangat mendukung kebijakan Pemkot Depok terkait penerapan SSA. karena upaya tersebut sangat efektif dalam mengurangi kemacetan jalan di Kota Depok,"tandasnya.

Comments

Produk Terlaris

Stick Drum

Effect Gitar dan Bass

Popular posts from this blog

Gitar akustik elektrik merk Gillmore Ga 03

Sound Card