Dinkes Targetkan Imunisasi MR 536.266 Anak di Depok
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Depok menargetkan melakukan imunisasi Campak Measles dan Rubella (MR) kepada 536.266 anak di Kota ini. Imunisasi MR mulai dilakukan pada Agustus 2017 secara masal untuk memutus transmisi penelusuran virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun.
Sekretariat Dinkes Kota Depok Ernawati mengatakan imunisasi MR tidak melihat riwayat anak yang sudah pernah sudah imunisasi sebelum atau belum. "Imunisasi ini bersifat wajib. Jadi semua anak harus ikut agar mempunyai kekebalan terhadap virus MR," kata Ernawati.
Ia menurunkan imunisasi akan dilakukan di pos-pos pelayanan kesehatan dan sekolah mulai dari TK, SD dan SMP. Imunisasi MR untuk pada bayi 9 bulan hingga anak 7 tahun hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi di sekolah.
Imunisasi sangat penting kepada anak agar mendapat kekebalan pada virus tertentu.. menurutnya, jika anak tidak mempunyai sistem kekebalan terhadap virus campak dan rubella, maka akan berdampak berbahaya.
Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian.
Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama pada awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.
Kecacatan tersebut dikenal sebagai sindroma Rubella kongenital diantaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan pertkembangan. Tidak ada pengobatan untuk Campak dan Rubella , namun penyakit ini dapat dicegah.
Imunisasi dengan vaksin MT adalah pencegahan terbaik untuk kedua penyakit ini. Satu Vakain mencegah penyakit sekaligus,
Kampanye, Measles Rubella (RM) adalah suatu kegiatan imunisasi secara masal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.
Virus campak, kata dia, dapat menyebabkan kompilasi yang serius seperti radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Sementara rubella biasanya berupa penyakit ringan kepada anak, tapi bila menulari ibu hamil pada trisemester pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.
"Jangan khawatir imunisasi ini aman. Jadi, jangan takut bawa anak untuk imunisasi Campak dan Rubella," ujarnya.
Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinkes Kota Depok, Rani martina menyatakan virus MR juga dikenal sebagai campak Jerman. Masyarakat diminta mewaspadai virus tersebut terutama pada ibu hamil dan anak-anak.
"Virus MR menyerang balita, orang dewasa, dan ibu hamil sangat berbahaya jika terkena virus ini" ujarnya.
Ia menuturkan jika ibu hamil terkena virus ini akan sangat beresiko pada calon bayi yang dikandungnya. Adapun gangguan yang bisa terjadi, yakni katarak, gangguan saraf hingga kebocoran jantung.
Ia menuturkan pemerintah menargetkan pada tahun 2020 Indonesia bebas campak. Berdasarkan catatan Dinkes Depok pada tahun 2016 terdapat 899 Campak Klinis. Bahkan, dari 186 sampel yang diuji diperoleh hasil 123 positif campak dan 5 positif rubella.
"Tahun ini ada dua tahap imunisasi. Tahap pertama Agustus dan tahap kedua september," ucapnya.
Menurutnya, penyebaran virus ini dapat dicegah dengan melakukan imunisasi secara teratur dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). "Dengan imunisasi tubuh akan mempunyai sistem kekebalan terhadap penyakit itu".
Pemerintah, kata dia, menargetkan 100 persen capaian imunisasi ini. Namun, jika baru 95 perssn, maka pihaknya akan turun langsung ke rumah-rumah warga untuk mencari lagi anak yang belum diimunisasi.
Dalam pelaksanaan Dinkes juga akan menerjunkan Tim kejadian ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) karena efek dari imunisasi akan muncul setelah anak diimunisasi.
Biasanya, kata dia, setelah imunisasi akan timbul Demam dan lain sebagainya. "Tapi, jangan takut untuk melakukan imunisasi," ujarnya.
Berdasarkan data dari biro komunikasi dan pelayanan masyarakat kementrian kesehatan, imunisasi MR masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin segera setelah masa kampanye berakhir. Imunisasi ini diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 tahun dan anak kelas 1 SD/sederajat, geratis tidak dipungut biaya.
Kampanye imunisasi MR dilaksanakan selama Agustus - September 2017 untuk seluruh wilayah di pulau Jawa dan Agustus-September 2018 untuk seluruh wilayah di pulau jawa.
Pada bulan Agustus, imunisasi MR diberikan kepada anak usia sekolah disekolah-sekolah (SD/MI/ sederajat, SMP/MTS/ sederajat), dan pada bulan September diberikan di posyandu, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya untuk bayi dan anak yang belum bersekolah dan anak usia sekolah yang tidak bersekolah.
Tahun ok ni ini, enam propinsi,119 kabupaten/kota dan3.579 puskesmas akan melaksanakan kampanye dengan total sasaran anak usia 9 tahun Samapi dengan kurang dari 15 tahun yang akan diberikan imunisasi MR sejumlah 34.964.384 anak.
Kegiatan ini didukung oleh kementerian dalam negeri, kementrian pendidikan dan kebudayaan, kementrian agama tim penggerak PKK pusat . Ikatan dokter Anak Indonesia, ikatan bidan Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia dan juga lembaga serta organisasi terkait lainnya.
Dalam rangka menyukseskan kampanye ini, Kemenkes telah menyediakan vaksin MR sebanyak 4.777.150 vial beserta alat suntik dan logistik pendukungannya, Buku Petunjuk Teknis pelaksanaan, serta menteri komunikasi, ada informasi dan edukasi (KIE) yang digunakan sebagai media sosialisasi kepada masyarakat.
Comments